Sumber: pexels.com
Riset keyword merupakan salah satu tahapan penting saat menjalankan strategi SEO (Search Engine Optimization). Di antara sejumlah cara yang kerap dilakukan pakar SEO dalam melakukan keyword research, ada satu cara yang mungkin tidak sering menjadi pilihan pertama, tetapi terbukti bisa membantu Anda untuk mendapatkan long-tail dan high-traffic keywords, yaitu dengan menggunakan social media.
Bagaimana bisa? Hal ini karena rata-rata orang menghabiskan hampir tiga jam sehari di media sosial dan platform tersebut bisa terus mengumpulkan informasi mengenai apa yang mereka lakukan, siapa tokoh yang mereka sukai, ke mana mereka pergi, hingga jenis konten seperti apa yang bisa menarik perhatian mereka. Di antara orang-orang ini, tentu tak menutup kemungkinan ada target pasar Anda. Dengan mengetahui karakteristik mereka lebih dalam, Anda bisa lebih mudah dalam mencari inspirasi konten, membuat konsep iklan PPC (Pay Per Click), hingga menjalankan strategi SEO.
Namun, bagaimana caranya? Dalam artikel ini, kami telah merangkum penjelasan terkait lima cara tepat untuk mencari keyword di social media.
1. Manfaatkan kelengkapan fitur yang ada di Facebook
Facebook merupakan salah satu media sosial yang pertama kali digunakan banyak orang di seluruh dunia. Di sini tersimpan banyak data-data karakteristik audiens seperti jenis kelamin, usia, lokasi, minat, tingkat pendidikan, tempat kerja, status hubungan para pengguna, dan masih banyak lagi data lain. Facebook mengumpulkan semua data itu untuk tujuan ad targeting. Namun, sebenarnya Anda juga dapat menggunakannya untuk melakukan riset keyword. Anda bisa melihatnya di fitur targeting option yang ada di Facebook Ad.
Selain itu, Anda juga dapat mencari ide kata kunci di grup Facebook, tepatnya di bagian “Group topics” seperti di bawah ini.
Sumber: facebook.com
Jadi ketika Anda telah tergabung di dalam grup yang sesuai dengan bidang Anda, Anda bisa langsung mengetahui topik apa yang sering dibicarakan orang-orang di dalam grup tersebut.
Anda juga dapat menggunakan fitur
autocomplete
untuk mencari
related topics.
Misalnya Anda sedang ingin mencari konten kuliner, Anda hanya perlu mengetikkan “kuliner” atau “#kuliner” dan Facebook akan menunjukkan tagar sejenis lainnya. Fitur
autocomplete
seperti ini juga dimiliki sejumlah platform
social media yang lain.
Sumber: facebook.com
2. Telusuri hashtag di Instagram
Dari yang awalnya dibuat sebagai platform untuk berbagi foto, kini Instagram telah berhasil menjadi salah satu mesin pencari yang cukup diperhitungkan, salah satunya adalah berkat adanya hashtag atau tagar.
Melalui fitur “search” di Instagram, Anda dapat menemukan berbagai konten yang relevan dengan
keyword
yang telah ditargetkan. Anda kemudian dapat melihat tagar sejenis lainnya yang telah ditambahkan oleh para pengguna ke unggahan mereka. Misalnya Anda ingin membuat konten tentang
parenting, Anda hanya perlu mengetikkan “#parenting” kemudian lihat
hashtag
yang banyak digunakan di
top posts atau unggahan-unggahan terbaru seperti ini.
Sumber: instagram.com
Di sana Anda dapat menemukan banyak long-tail keywords yang dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat konten yang SEO friendly atau bisa juga paid ads sekaligus memperluas reach posting-an. Anda juga dapat menggunakan fitur autocomplete untuk mencari related hashtag. Kelebihan Instagram dalam menampilkan hashtag adalah juga menyertakan jumlah unggahan yang menggunakan hashtag tersebut.
Sumber: instagram.com
3. Gali fitur “Explore” Twitter untuk mengetahui topik yang sedang hangat dibicarakan
Salah satu kelebihan dari platform social media yang satu ini adalah trennya yang bergerak hampir secara real-time. Anda dapat menemukan trending topic dan topik-topik menarik lainnya di bagian “Explore” seperti di bawah ini.
Sumber: twitter.com
Anda akan menemukan pilihan seperti “(location name) trends” dan “trends for you”. Itu adalah topik yang tengah dibicarakan oleh orang-orang yang berada di lokasi yang Anda pilih atau terkait bidang yang Anda ikuti di Twitter. Dari sini Anda dapat terus meng-update topik apa yang tengah ramai dibicarakan sekaligus mencari ide keyword untuk mempromosikan produk atau layanan Anda. Di samping itu, bagian “Search” Twitter juga memiliki fitur autocomplete yang dapat memunculkan topik dan juga sekaligus hashtag.
Sumber: twitter.com
4. Lihat fitur “Explore” di YouTube
Hampir sama dengan fitur “Explore” di Twitter, Anda juga dapat mengetahui topik-topik yang tengah hangat diperbincangkan khalayak melalui fitur “Explore” YouTube. Namun bedanya jika Twitter didominasi teks, YouTube lebih berfokus pada video.
Sumber: youtube.com
Melalui fitur ini, Anda dapat melihat rekomendasi video berdasarkan topik-topik tertentu atau yang tengah trending di lokasi yang Anda pilih.
Mesin pencari terpopuler nomor dua yang berada tepat di belakang Google ini juga memiliki fitur
autocomplete
seperti ini.
Sumber: youtube.com
5. Perhatikan apa yang dikatakan influencer di LinkedIn
Meski lebih dikenal sebagai social media untuk para profesional, ada beberapa cara untuk menggunakan Linkedin sebagai platform riset keyword, salah satunya adalah dengan mengikuti apa yang dibicarakan oleh para influencer.
Pertama ketikkan
keyword
di fitur “search”, lalu klik bagian “people” untuk menemukan profil para
influencer. Pilih salah satu profil kemudian klik “See all activity” di profil mereka. Bagian ini akan menunjukkan aktivitas apa pun yang mereka bagikan dalam 90 hari terakhir.
Sumber: linkedin.com
Seperti di beberapa platform social media yang lain, Anda juga dapat menggunakan fitur autocomplete di Linkedin untuk menemukan istilah-istilah terkait.
Sumber: linkedin.com
Meski berbeda, social media dan search engine adalah dua platform yang dapat saling melengkapi. Media sosial memang bukanlah faktor pemeringkat website di search engine, tetapi dia dapat membantu Anda untuk lebih memahami audiens dan topik yang mereka minati.
Demikian ulasan terkait lima cara menggunakan
social media untuk riset
keyword. Semoga dapat memudahkan Anda dalam menemukan
keyword
yang tepat untuk memasarkan produk atau layanan Anda.
All Rights Reserved | Frontier Digital