Sumber: pexels.com
Dalam menerapkan strategi SEO atau optimasi mesin pencari, biasanya orang mulai dengan melakukan keyword research. Langkah ini tentu tepat, tetapi banyak yang melupakan salah satu bagian yang tak kalah penting dalam proses ini, yaitu keyword mapping. Dengan melakukan keyword mapping, Anda bisa mendapatkan gambaran mengenai bagaimana seharusnya menyusun struktur website, apa yang harus menjadi home page, atau kategori apa saja yang harus dimasukkan.
Selain itu, melakukan
keyword mapping juga bisa membantu mendapatkan
ranking
yang bagus di laman hasil pencarian. Lantas, apa yang sebenarnya dimaksud dengan
keyword mapping? Dalam artikel ini, kami telah merangkum penjelasan terkait
keyword mapping sekaligus cara penerapannya.
Keyword mapping adalah proses menyusun kata kunci dalam website mulai dari keyword utama ke berbagai keyword pendukung agar terstruktur. Contohnya jika pembahasan utama di website Anda adalah terkait parenting, Anda bisa fokus pada keyword tersebut terlebih dahulu lalu kemudian menambahkan keyword lainnya seperti tumbuh kembang, kesehatan, dan pendidikan anak.
Dengan melakukan
keyword mapping, Anda bisa lebih mudah dalam melakukan
content planning/perencanaan konten,
internal linking/tautan internal,
on-page optimization, serta pelacakan dan evaluasi kinerja
website.
Baca juga: 7 Keyword Research Gratis Terbaik
Keyword mapping membawa sejumlah manfaat dalam SEO, antara lain:
Keyword mapping dapat memudahkan Anda dalam perencanaan dan pengaturan konten website. Membuat struktur website yang logis adalah salah satu langkah paling penting ketika Anda ingin mulai mengoptimalkan website Anda. Hal ini akan membantu search engine memahami laman mana yang paling penting bagi Anda serta sub topik apa yang relevan untuk kategori utama.
Keyword mapping dapat membantu Anda memutuskan laman mana yang harus saling terkait berdasarkan relevansi topiknya. Hal ini juga akan membantu mengoptimalkan anchor text dengan benar di website Anda karena Anda dapat menggunakan anchor text yang kaya keyword berdasarkan keyword yang telah ditentukan dari hasil pemetaan kata kunci.
Keyword map menyediakan content planning secara general untuk website dan laman Anda. Dengan gambaran yang jelas tentang struktur website, Anda bisa mendapatkan insight tentang jenis konten apa yang harus Anda fokuskan, mencegah pembuatan konten duplikat, serta menghindari adanya keyword cannibalization.
Keyword cannibalization terjadi ketika beberapa laman
website ranking
untuk kumpulan kata kunci yang sama di mesin pencari. Jika Anda secara tidak sengaja mengoptimalkan beberapa laman Anda untuk kueri yang sama, mesin pencari mungkin bingung mana yang laman yang harus diberi peringkat lebih tinggi, yang akhirnya justru membuat semua laman tersebut mendapat peringkat rendah.
Keyword mapping membantu melacak semua istilah pencarian yang Anda harap memunculkan website Anda di peringkat atas. Dengan keyword yang telah diriset dan ditetapkan dengan benar ke bagian yang relevan dalam website Anda, akan jadi jauh lebih mudah bagi Anda untuk memiliki gambaran umum tentang kinerja konten Anda di kueri tersebut.
1. Meriset dan menganalisis keyword yang ingin ditargetkan
Untuk membuat keyword map, Anda perlu menemukan keyword utama yang ingin ditargetkan. Jika telah memiliki website atau mengetahui niche dengan baik, Anda mungkin sudah memiliki gagasan tentang seed keyword Anda. Namun jika belum, ada beberapa cara untuk menemukannya antara lain:
Setelah memiliki seed keyword, Anda dapat memakai tools seperti Ahrefs, Moz, KWFinder, dan lain-lain untuk mendapatkan saran keyword.
2. Kategorikan keyword
Anda dapat mengategorikan keyword sesuai dengan relevansi topik. Dengan begitu Anda akan semakin mudah untuk memetakan struktur website. Anda juga dapat memilah keyword berdasarkan volume pencarian atau tingkat kesulitannya untuk mendapatkan gambaran umum terkait keyword tersebut.
3. Buat keyword map
Setelah menentukan seed keyword dan keyword pendukungnya, kini saatnya untuk membuat struktur visual website Anda dalam bentuk keyword map. Anda bisa menggunakan spreadsheet pada Microsoft Excel ataupun Google Sheet untuk membuat tabel yang berisi keyword, volume pencarian, keyword difficulty, link artikel, dan sekaligus internal link-nya. Setelah itu, buat homepage dari seed keyword. Tambahkan juga kategori dan subkategori yang mewakili laman-laman penting di website Anda.
Baca juga: 5 Langkah Strategis Melakukan Keyword Research
4. Siapkan dan optimalkan masing-masing URL
Setiap URL laman harus berisi satu keyword utama dari kumpulan keyword yang telah Anda siapkan di keyword map.
5. Lacak dan perbarui keyword map secara teratur
Membuat keyword map dan mengoptimalkan laman sesuai dengan rencana bukanlah akhir dari proses keyword mapping. Anda harus memperbarui keyword map dan melacak kinerjanya secara berkala. Keyword dan trennya dapat berubah dari waktu ke waktu, begitu pula yang seharusnya terjadi pada keyword map Anda.
Untuk itu Anda perlu melakukan riset
keyword
tambahan, mencari kueri baru, serta mengawasi persaingan. Ada juga banyak
keywords ranking tracker tools
yang dapat membantu Anda melacak bagaimana peringkat
website
Anda di tiap
keyword
yang ada di
keyword map
Anda.
Demikian ulasan terkait
keyword mapping dan pentingnya bagi SEO. Semoga dapat memudahkan Anda dalam memaksimalkan optimasi
website
di mesin pencari, hingga berhasil berada di peringkat atas
search engine.
All Rights Reserved | Frontier Digital